Cara Merawat Pakaian Batik agar Warnanya Tidak Cepat Pudar
Batik adalah kebanggaan budaya Indonesia yang juga menjadi pakaian sehari-hari banyak warga Bandung, mulai dari acara formal hingga kasual. Namun, merawat batik memerlukan perhatian ekstra karena proses pewarnaannya yang khas rentan terhadap cara pencucian yang salah.
Cuci dengan Tangan, Bukan Mesin
Sebisa mungkin, cuci batik dengan tangan menggunakan gerakan lembut. Mesin cuci dengan putaran kencang dapat merusak serat kain dan membuat warna batik cepat pudar. Jika terpaksa menggunakan mesin, pilih mode paling lembut (gentle/delicate) dengan kecepatan putaran minimal.
Gunakan Air Dingin atau Suhu Ruang
Air panas adalah musuh utama warna batik. Gunakan air dingin atau suhu ruang saat mencuci. Suhu tinggi membuka pori-pori serat kain sehingga zat warna lebih mudah larut dan luntur.
Pilih Deterjen Khusus atau Sabun Ramah Kain
Deterjen berformula keras dengan kandungan pemutih atau enzim agresif dapat merusak warna batik. Gunakan deterjen lembut yang diformulasikan untuk pakaian berwarna, atau sabun cair yang lebih ramah terhadap kain alami. Beberapa orang juga merekomendasikan menggunakan sampo bayi sebagai alternatif lembut.
Jangan Diperas, Cukup Ditekan
Setelah dicuci, jangan memeras batik dengan memutar. Cukup tekan-tekan lembut untuk mengurangi air, lalu gantung di tempat teduh. Menjemur batik di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama akan membuat warnanya cepat memudar.
Setrika dengan Suhu Rendah dan Kain Pelapis
Saat menyetrika batik, gunakan suhu rendah hingga medium. Lebih baik lagi, lapisi batik dengan kain tipis atau kertas minyak sebelum disetrika untuk melindungi kain dari panas langsung.
Terlalu ribet? Tim Bersih Laundry memiliki keahlian khusus dalam mencuci dan menyetrika kemeja batik agar tetap rapi dan warnanya terjaga. Layanan cuci batik kami tersedia mulai Rp 12.000/pcs dengan antar-jemput gratis di Bandung.